August 21, 2009

9th GURITA , Emotional Games!! Wakakakakakak!

Hari ini gw nyiapin GURITA dengan konsep sama sepert GURITA ke-2! Bermain mencari puzzle tapi dengan jumlah anak-anak yang ga sebanyak ke-2. Masih penasaran gw! Gambar di puzzlenya adalah berbagai jenis profesi karena tema kali ini adalah bakat! Drama yang ditampilin pun juga cukup asik. Tentang bakat juga. Gw jadi kupu-kupu, Imran jadi bunga cantik, dan Kak Site jadi bunga jelek. Cukup asik! Apresiasi anak-anak juga bagus.

Masuk ke games…waktu gw bagi kelompok dan gw kasih petunjuk permainan mereka semua langsung nyebar! PAdahal gw belum ngasih tau petunjuk permainan,. Tapi ya gw pikir mereka ngerti lah.

Sampai pada akhirnya muncul masala besar! Ada 1 kelompok yang ngambil semua puzzle yang dia liat tanpa baa petunjuk! Alhasil kelompoknya Fio naik darah. Akhirnya berantemlah mereka! Kelompok si Dewi dan kelompok Fio. 












Susaaah banget ngenenangin mereka. Kelompok Dewi nangis, kelompo Fio marah-marah. Pokoknya crowded banget. Gw pun bilang :

“Kalian semua! Permainan kita sebenarnya hari ini bukanlah permainan puzzle! Tapi permainan Emosi! KAkak sengaja membuat permainan kaya gitu supaya kalian ada yang berantem. Kenapa? Karena apabila ada konflik di antara kalian, nantinya kalian akan semakin dekat! Ayooo sekarang kita lanjutkan permainan!”

Ngerubah konsep acara dalam waktu 1 menit! Wahahahaha

Susah banget buat ngeyakinin 2 kelompok itu buat “melanjutkan permainan ala pikiran gw”… Gw sampe bilang : “Kalau ga ada yang mau maaf2an, berarti permainan kali ini gagagl. Kita ga lanjutin permainan, berarti GURITA ga akan lanjut lagi sebab kakak ga tau harus melakukan permainan apa nantinya kalau permainan hari ini gagal.”

Akhirya mereka luluh!

Mulai terbuka pembicaraan. Kelompo Dewi mengutarakan apa yang mereka ga suka dari kelompok Fio. Ternyata mereka ga suka dengan cara biara Fio yang bilang mereka maruk. Lalu saat giliran kelompok Fio berbcara, komentarnya seabrek! Banyak! Dari engeng lah, maruk, dll.

Sampai pada akhirnya muncul moment saat Fio akhirnya luluh. Tiba-tiba dia menunduk dan…..



Hahahaha… dia nangis… seorang Fio yang keras, menangis hari itu… Kak Site berusaha memeluk Fio dan mengajak Fio cerita apa yang jadi beban Fio selama ini. Sorry gw ga bisa certain apa yang Fio omongin sampe nangis tiba-tiba gitu.. perjanjian antara TUHAN, volunteer Gurita, dan anak-anak GURITA. Semua anak-anak emanngis hari itu mendengar cerita dari Fio. Lagi-lagi sebuah progress yang bagus dan kali ini tuhanlah yang mengonsepnya. Thanks God!

Pokoknya akhirnya acara hari itu iakhiri dengan ukup hikmat. Gw pun mengatakan bahwa bakat alami mereka bukanlah menari, pandai menyanyi, jago ngitung, dll. Tapi bakat mereka adalah, SABAR, PEMAAF, dan JUJUR! Hari itu, anak-anak GURITA belajar tentang bagaimana berbesar hati mengakui kesalahan dan memaafkan kesalahan…

Salam GURITA ^^







No comments:

Post a Comment